Senin, 18 April 2011

Beberapa masalah dalam pengelolaan pengajaran berbicara dan usul perbaikannya


A.Beberapa masalah dalam pengelolaan pengajaran berbicara dan usul perbaikannya
1.Minat seseorang berbicara
            Usul perbaikannya dengan mengadakan kegitan yang berbasis berbicara seperti membacakan pantun ,puisi,cerpen, sehingga dengan dilakukan kegiatan ini diharapkan minat berbicara seseorag dari yang kurang berminat menjadi berminat.

2.Kejelasan berbicara
            Dengan mengadakan pelatihan/melatih vocal,konsonan serta organ-organ artikulasi sehingga lancer/dapat jelas dalam penyampaian.menggunakan kata-kata yang tepat(kata yang mudah dipahami,tidak perlu juga terlalu terburu-buru)sehingga apa yang diucapkan dapat diterima pendengar dengan jelas.

3.Tanggung jawab berbicara
            Hendaknya pembicara dapat mempertanggungjawabkan bahan pembicaraaannya yang disampaikan kepada pendengar,hal ini bias dilakukan dengan cara mencantumkan nama pengarang serta menjelaskan dari mana sumber/referensi bahan pembicaraaan berasal,serta menurut pendapat ahli yang sesuai dengan bahan pembicaraan,hal ini akan menimbulkan keyakinan bagi pendengar atas bahan pembicaraan yang kita sampaikan kepada pendengar sehingga tidak menimbulkan kebingungan terhadap pendengar.

4.Mendengar kritis
            Pendengar memang sesutau yang sangat mempengaruhi hasil pembicaraan,apabila pendengar responsive dengan pembicaraan kita maka dapat dikatakan bahwa kita berhasil dalam melaksanakan/membawakan kegitan berbicara,hal ini dapat dilakukan dengan cara memancing minat serta kekritisan pendengar dengan bahan-bahan yang sedang hangat dibicarakan ,dengan menyelingi beberapa humor-humor segar yang bias mencerahkan suasana sehingga dipastikan pendengar akan menjadi responsive terhadap apa yang kita sampaikan.


5.Mendidik pendengar menjadi pendengar yang baik
            Dapat dilakukan dengan cara menyampaikan bahan-bahan yang bersifat mendidk,kerohanian,nasehat sehingga diharapkan pendengar dapat mengambil serta melaksanakan tips-tips positif/nasehat yang kita sampaikan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

6.Diagnosis kebutuhan pendengar
            Diagnosis berarti meneliti dan memberikan hasil atas sesuatu,jadi hendaknya pembicara tidak terlalu focus terhadap penyampaian 1 bahan pembicaraan saja,tapi pembicara dapat menyelingi dengan bahan lain seperti bahan politik,agama dll,bahkan contoh juga dapat diberikan sebagai penjelas terhadap bahan pembicaraan.

7.Kefasihan berbicara
            Menguasai topic pembicaraan ,menggunakan kalimat2 yang logis yang mudah dipahami dan dimengerti pendengar.banyak latihan berbicara seperti berinteraksi social antar masyarakat,bias juga dengan latihan membaca seperti membaca puisi,novel cerpen dll pokoknya segala kegiatan yang berhubungan dengan berbicara.

8. Rendahnya penguasaan kosakata, kesulitan dalam menyusun kalimat yang baik, dan ketidakmampuannya mengembangkan gagasan.
            Dapat diatasi dengan banyak membaca buku,referensi atau sumber-sumber pengetahuan lain sehingga memperbanyak ilmu dan pengetahuan.

9. Kebiasaan menggunakan bahasa ibu (bahasa daerah) dalam berkomunikasi,baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
            Mengurangi pemakaian bahasa daerah yang menimbulkan kebingungan bagi pendengar yang tidak mengerti akannya.sebab penggunaan kata-kata/bahasa yang tidak logis akan menimbulkan kebosanan bagi pendengarnya.

B.USUL PERBAIKAN BAHAN DAN TEKNIK PENGAJARAN BERBICARA
1.Seringnya para guru menggunakan teknik ceramah untuk menjelaskan bahan ajar. Hal ini akan memperparah keadaan sebab teknik ceramah tidak akan mampu menerampilkan siswa dalam berbicara, tetapi hanya sekadarmenghasilkan penguasaan pengetahuan. Guru aktif menerangkan, dan siswa hanya mendengarkan bahan yang diajarkan. Padahal keberhasilan suatu pembelajaran dipengaruhi juga oleh keaktifan para siswa dalam mengikuti pembelajaran tersebut.

2. Kesulitan dalam hal itu umumnya terjadi pada pemilihan kata (diksi), penggunaan struktur kalimat dan penyampaian pikiran secara runtut. Kesulitan yang bersifat psikologis timbul karena siswa mengalami hambatan berbicara  secara formal, misalnya berbicara di hadapan khalayak ramai atau di depan kelas, padahal dalam situasi informal ia mampu berbicara  dengan jelas. Untuk mengatasi hal itu, siswa hendaknya diberi  kesempatan sebanyak mungkin untuk berbicara dalam situasi formal sehingga dalam situasi seperti itu ia termotivasi untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.



BAHASA SURAT


Bahasa surat pada umumnya mempunyai ragam tersendiri. Gaya bahasa surat berbeda dengan gaya bahasa dalam karangan lainnya.Bahasa surat harus bersifat jelas, singkat dan sopan.Bahasa yang digunakan pada surat resmi berbeda dengan bahasa yang digunakan pada surat yang tidak resmi atau surat pribadi.Surat resmi menggunakan bahasa resmi(bahasa Indonesia yang biasa digunakan pada pristiwa-pristiwa yang sifatnya resmi) atau bahasa kenegaraan, sedangkan surat pribadi menggunakan bahasa yang sifatnya lebih santai bahasa Indonesia ragam santai ) yang kata-katanya banyak bermakna konotasi.
Bahasa resmi yang digunakan pada surat resmi terdiri atas dua ragam yaitu bahasa resmi ragam kaku dan bahasa resmi ragam baku.Bahasa resmi ragam kaku ialah bahasa resmi yang bentuk dan pemakaiannya pada surat secara tetap dan singkat.Bahasa resmi ragam baku ialah bahasa resmi yang telah dibakukan pemakaiannya termasuk untuk komunikasi tertulis pada surat.
Bahasa resmi ragam kaku biasanya digunakan untuk menulis kepala surat, pembuka surat, dan penutup surat.Sedangkan bahasa resmi ragam baku digunakan untuk menuliskan isi surat pada tubuh surat.
Bahasa dalam surat disusun dengan kaimat-kalimat yang efektif. Yaitu kalimat yang ringkaas, apdat dan jelas serta menggambarkan kejernihan serta kelancaran jalan pikiran penulisnya.

ANALISIS WACANA DIALOG DALAM PERCAKAPAN SIARAN DI RADIO


BAB I
PENDAHULUAN

I.A. LATAR BELAKANG
            Wacana merupakan sesuatu yang kompleks dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbahasa manusia. Hal ini karena wacana melengkapi setiap kegiatan berbahasa manusia. Menurut bentuknya wacana terbagi dua ; yakni wacana lisan dan wacana tulis. Wacana lisan merupakan kegitan berbahasa yang dilakukan dengan tindakan tutur ( speech act), atau dengan cara pengucapan, dan berbicara. Sedangkan wacana lisan merupakan wacana yang disampaikan dengan kegitan bahasa tulis, yakni dengan menuliskan lambing-lambang huruf yang masing- masing huruf itu akan bersatu menjai beberapa paragraph dan mempunyai makna serta hubungan yang relevan sehingga dapat dimengerti maksudnya.
            Dalam makalah ini saya mengambil tema tentang Kegiatan berbahasa/ wacana dialog yang dilakukan dalam percakapan di Radio. Dan dalam penelitian tersebut saya menjumpai banyak sekali unsure –unsur yang membentuk terjadinya suatu wacana hal-hal yang dapat ditinjau dalam wacana dialog. Untuk lebih dalamnya, saya telah memaparkan pada pembahasan bab selanjutnya.

I.B. RUMUSAN MASALAH
            Berdasarkan masalah di atas dapat saya rumuskan beberapa masalah, di antaranya:
  • Apa yang dimaksud dengan wacana?
  • Apa itu wacana dialog?
  • Apa saja unsure yang dapat dilihat dalam menganalisis wacana dialog?

I.C. TUJUAN
            Yang pertama sebagai Tugas Smester Individu mata kuliah Wacana Bahasa Indonesia. Yang Kedua sebagai informasi tentang apa itu wacana, unsure yang terdapat dalam wacana diaog, dsb.

BAB II
PEMBAHASAN

II.A. Pengertian Wacana

Wacana merupakan satuan bahasa di atas tataran kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial. Satuan bahasa itu dapat berupa rangkaian kalimat atau ujaran. Wacana dapat berbentuk lisan atau tulis dan dapat bersifat transaksional atau interaksional. Dalam peristiwa komunikasi secara lisan, dapat dilihat bahwa wacana sebagai proses komunikasi antarpenyapa dan pesapa, sedangkan dalam komunikasi secara tulis, wacana terlihat sebagai hasil dari pengungkapan ide/gagasan penyapa. Disiplin ilmu yang mempelajari wacana disebut dengan analisis wacana. Analisis wacana merupakan suatu kajian yang meneliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk tulis maupun lisan.

Wacana Monolog, Dialog, dan Polilog
Berdasarkan jumlah peserta yang terlibat pembicaraan dalam komunikasi, ada tiga jenis wacana, yaitu :
1.      Bila dalam suatu komunikasi hanya ada satu pembicara dan tidak ada balikan langsung dari peserta yang lain, maka wacana yang dihasilkan disebut monolog. Dengan demikian, pembicara tidak berganti peran sebagai pendengar.
2.      Bila peserta dalam komunikasi itu dua orang dan terjadi pergantian peran (dari pembicara menjadi pendengar atau sebaliknya), maka wacana yang dibentuknya disebut dialog.
3.      Jika peserta dalam komunikasi lebih dari dua orang dan terjadi pergantian peran, maka wacana yang dihasilkan disebut polilog.




II.B. PENYAJIAN DATA
Wacana Dialog Siaran Radio.
Talk 1: Opening (musik pembuka)
Talk 2: Dari bumi hijau pandaan, 107,55 FM, membuka pagi dalam acara soundwaves
pagi ini……
Talk 3: Selamat pagi mbak Dini. Bagaimana?
            Sudah siap mengiri acara Soundwaves pagi ini
Talk 4: Sudah Mas Anton. Lagu apa yang akan kita pilih untuk membuka acara
soundwaves pagi ini?
Talk 5: bagaimana kalau lagunya Toto-Africa…
OK…Star FM music matters…
            Pendengar mari kita dengarkan Africa dari album TOTO IV……………….
Talk 6: Hemn…bukan main…
            Mas Anton bisa ceritakan sedikit tentang lagu Africa ini?
Talk 7: Lagu ini diambil dari album Toto IV tahun 1982. Lagu Africa ini termasuk satu
Di antara dua hit internasional yang dihasilkan album ini……..(sebagian dari penjelasan tidak saya tuliskan, kerena terlalu panjang).
Talk 9: OK. Apa ada tips buat pendengar kita pagi ini mbak Dini?
Talk 10: Oh…ya tentu ada mas Anton. Tips kita pagi ini adalah bahaya mengemudi usai
bekerja lembur
talk 11: “……….”(penjelasan tidak saya tuliskan).
Ada baiknya anda  batasi waktu lembur anda sehingga stamina tubuh dapat pulih kembali….
Talk 11: Tampaknya pendengar kita sudah tak sabar untuk mendengarkan persembahan
lagu berikutnya
Talk 12: Star FM where music matters, pendengar lagu berikut ini berjudul U turn_ Joe
Simple”……”(sebagian teks tidak dituliskan, karena terlalu panjang).
Talk12- talk 15 tidak saya tuliskan karena tidak berkenaan dengan teori….
Talk 16: Closing
Pendengar dari bumi hijau pandaan 107,55 Star FM undur diri. Saya Anton, Saya Dini mengucapkan selamat menapaki pagi ceria ini dengan rasa perrcaya diri dan optimisme. Sampai jumpa pada jam dan acara yang sama…
Bye- bye………

II.C. Pembahasan Data
1. Pembukaan dan Penutupan Percakapan
            a. Pembukaan
                        Pembukaan merupakan tuturan yang dilakukan pada awal percakapan.
            Contoh pembukaan :
Talk 1: Opening (musik pembuka)
Talk 2: Dari bumi hijau pandaan, 107,55 FM, membuka pagi dalam acara soundwaves pagi ini
Talk 3: Selamat pagi mbak Dini. Bagaimana?
            Sudah siap mengiri acara Soundwaves pagi ini
            b. Penutup
Penutup merupakan tuturan yang disampaikan atau dilakukan pada akhir percakapan. Biasanya berisi salam penutup.
            Contoh penutup :
Talk 16: Closing
Pendengar dari bumi hijau pandaan 107,55 Star FM undur diri. Saya Anton, Saya Dini mengucapkan selamat menapaki pagi ceria ini dengan rasa perrcaya diri dan optimisme. Sampai jumpa pada jam dan acara yang sama…
Bye- bye………
2. Kerja Sama Partisipasi
Kerja sama partisipasi merupakan keterlibatan partisipasi dalam membentuk suatu percakapan lengkap dengan unsure- unsure yang dibutuhkannya baik dalam bentuk bahasa tuturan maupun unsure pendukung bahasa.
Kerja sama partisipasi berfungsi membentuk peristiwa tutur atau speech event yang dibentuk oleh unsure kerja sama.
a. Maxim Kuantitas
            Adalah Kerja sama berbentuk jawaban yang belum pasti.
Contoh Percakapan :
Talk 4: Sudah Mas Anton. Lagu apa yang akan kita pilih untuk membuka acara
soundwaves pagi ini?
Talk 5: bagaimana kalau lagunya Toto-Africa…

b Maxim kualitas
            Adalah kerja sama dalam bentuk jawaban yang sesuai.
Contoh percakapan :
Talk 9: OK. Apa ada tips buat pendengar kita pagi ini mbak Dini?
Talk 10: Oh…ya tentu ada mas Anton. Tips kita pagi ini adalah bahaya mengemudi usai
bekerja lembur

3. Tindak Tutur (Speecch act)
            Adalah sesuatu yang kita lakukan dalam rangka berbicara atau suatu unit bahasa yang berfungsi di dalam sebuah percakapan.
            a. Tindak Reprresentatif
Adalah tindak dari penutur yang berfungsi menetapkan atau menjelaskan sesuatu itu seperti apa adanya.

Contoh percakapan :
Talk 11: Tampaknya pendengar kita sudah tak sabar untuk mendengarkan persembahan
lagu berikutnya
b. Tindak Tutur Lokusi
Adalah tindak tutur yang dilakukan pembicara berhubungan dengan mengatakan sesuatu seperti memutuskan, mendoakan, merestui, menuntut.
Contoh percakapan :
talk 11: “……….”(penjelasan tidak saya tuliskan).
Ada baiknya anda  batasi waktu lembur anda sehingga stamina tubuh dapat pulih kembali….
c. Tindak Tutur Ilokusi
            Adalah tindak tutur yang dilakukan pembicara berkaitan dengan perbuatan dalam hubungan dengan mengatakan sesuatu.
Contoh Percakapan :
Talk 5: bagaimana kalau lagunya Toto-Africa…
OK…Star FM music matters…
            Pendengar mari kita dengarkan Africa dari album TOTO IV……………….
(pada percakapan diatas penyiar mengatakan memilih sebuah lagu, dan melakukan kegitan memutar agu yang dipilihnya tadi).
            d. Tindak tutur Paralokusi
                        Adalah tindak tutur yang menyebabkan lawan bicara bertindak suatu tindakan dalam mengatakan sesuatu.
            Contoh Percakapan :
Talk 5: “……..”
OK…Star FM music matters…
            Pendengar mari kita dengarkan Africa dari album TOTO IV……………….
(pada percakapan diatas penyiar/pembicara mengucapkan sesuatu berupa mengajak pendengar untuk mendengarkan sebuah lagu, yang diikuti dengan kegiatan mendengarkan sebuah lagu oleh pembicara. Jadi dalam hal ini, penyiar/pembicara mengajak  dan melakukan kegiatan mendengar).

4. Penggalan Pasangan Percakapan
            Adalah suatu rangkaian tuturan yang berhasil antara pihak pertama dan pihak kedua dalam suatu percakapan. Tindak tutur pihak I menjadi stimulan bagi tinadak tutur pihak II, yang relevan dengan maksud pihak I.
            a. Penggalan Salam Tegur
            Contoh Percakapan :
Talk 3: Selamat pagi mbak Dini. Bagaimana?
            Sudah siap mengiri acara Soundwaves pagi ini
Talk 4: Sudah Mas Anton.

            b. Penggalan peringatan dan perhatian
            Contoh percakapan :
Talk 9: OK. Apa ada tips buat pendengar kita pagi ini mbak Dini?
Talk 10: Oh…ya tentu ada mas Anton.
 (penggalan di atas berupa penggalan peringatan).
Talk 3: Selamat pagi mbak Dini. Bagaimana?
            Sudah siap mengiri acara Soundwaves pagi ini
Talk 4: Sudah Mas Anton.(Penggalan percakapan yang berisikan perhatian)
           
           


c. Penggalan Permintaan Penjelasan
            contoh percakapan :
Talk 6: “…..”
            Mas Anton bisa ceritakan sedikit tentang lagu Africa ini?
Talk 7: Lagu ini diambil dari album Toto IV tahun 1982. Lagu Africa ini termasuk satu
Di antara dua hit internasional yang dihasilkan album ini……..

5. Alih kode
            Alih kode terbagi atas dua macam :
1.      Sementara
2.      Permanen
Alih kode sementara yaitu beralih kode ke bahasa lain hanya sementara.
Contoh percakapan :
Talk 5: “…..”
OK…Star FM music matters…
            Pendengar mari kita dengarkan Africa dari album TOTO IV……………….
(Pada percakapan di atas pendengar menggunakan bahasa Inggris sebentar dan kemudian kembali lagi menggunakan bahasa Indonesia).








BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Wacana merupakan satuan bahasa di atas tataran kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks social. wacana terlihat sebagai hasil dari pengungkapan ide/gagasan penyapa. Disiplin ilmu yang mempelajari wacana disebut dengan analisis wacana. Analisis wacana merupakan suatu kajian yang meneliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk tulis maupun lisan.
Dengan mengetahui apa itu wacana serta apa saja unsure-unsur yang terkandung dalam wacana, maka akan mendorong kita untuk lebih melakukan kegiatan berbahasa / wacana dengan sebagaimana mestinya. Karena wacana yang baik merupakan suatu cerminan bagi Pembicara/ penutur dan Pendengar/Partisipan.

















DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Bahasa Indonesia dan Sastra, Membaca
          Nyaring. Jakarta: Departemen pendidikan Nasional

Malik, Abdul. ….”Analisis Wacana Dialog”.

“Disourse Analysis (code Switching), class room disscusion paper subject. Disourse                                                 
          Analysis,  Seameo Regional Language Centre, Singapore, 1983”

Sofa, Pakde. 2008. “Kajian Wacana Indonesia”. Jakarta: Cari Ilmu Borneo.com

by idaffiranu







IKAN ASIN KAMPUNG BUGIS


IKAN ASIN KAMPUNG BUGIS

TANJUNGPINANG (KP) : Ikan asin merupakan komoditas pangan yang sudah tidaak asing lagi didengar. Ikan asin juga menjadi icon untuk kehidupan rakyat miskin. Hal ini dilihat dari kemampuan rakyat kurang mampu untuk membeli bahan pangan sehingga ikan asinlah menjadi target makanan keseharian mereka.
Kali ini tim KP menemuai seorang pengusaha ikan asin asal kampong bugis, senggarang. Ketika ditanyai KP, Alim (50) selaku pemilik usaha ikan asin ini menjelaskan, ia telah menggeluti usaha ikan asin ini selama kurang lebih 5 tahun. Pemilik usaha itu juga mengatakan “bahwa usaha ini diolah oleh sanak famili dan anggota keluarga saja”.
            Cara pembuatan ikan asin, proses pertama ialah membelah ikan menjadi 2 bagian yang kemudian dibersihkan durinya. Setelah itu dilakukanlah proses pengasinan selama 1 malam dengan garam dapur. Sehabis proses pengasinan itu, ikan asin itu akan dijemur selama 2 hari. Hal ini tergantung juga pada kecerahan cuaca serta besar kecilnya ikan. Apabila ukuran ikan besar, maka proses penjemuran ditambah 3- 4 hari”, papar Alim.
            Sedangkan untuk penjualannya, “Alim mengatakan tergantung keadaan pasar. Jika lagi banyak ya banyak, jika lagi sedikit ya sedikit”. Namun alim mengeluhakan, tidak adanya bantuan dari pemerintah. Padahal dahulunya ia dijanjikan akan mendapatkan bantuan. Karna itulah pemilik usaha ikan asin di RW 1 RT 1 kampung Bugis ini menggunakan modal seadanya untuk melanjutkan usahanya tersebut. (M4/daf)

LELE LAHIRKAN OMSET JUTAAN (14/04/11)


LELE LAHIRKAN OMSET  JUTAAN (14/04/11)

TANJUNGPINANG (KP) : Lele telah menjadi pangan faforit bagi bagi masyarakat Tanjungpinang. Siapa yang tidak kenal dengan Lele ? ikan yang hamper mirip dengan ikan sembilang, dengan habitat air tawar berlumpur dan janggut dimulutnya. Selain yang kita tahu lele memiliki rasa yang enak, lele juga dijadikan sumber penghasilan para peternak ikan air tawar.

Seperti yang dikatakan Kevin (19) dan Siam (19) selaku pekerja di ternak lele jalan senggarang ini. Kevin mengatakan bahwa harga jual lele Rp 15.000,00 /Kgnya. Sedangkan hasil panen per 3 bulannya bisa mencapai 4 ton. Bayangkan saja berapa besar omset yang didapat dari  ternak lele tersebut.

            “Bibit ikan ini kami datangkan dari Pekanbaru”, jelas pria dari Bengkalis ini. “Jenis bibit ini adalah lele biasa, karena lele biasa lebih gurih dari pada lele jumbo walupun berbanding ukurannya”, papar Kevin. Para pekerja ternak lele tersebut mengatakan bahwa pada tiap kerambanya berisi 1500 ekor lele dan ternak lele ini memiliki 7 kolam. Untuk makanannya menggunakan pellet 781, dan perbulannya ikan lele dapat menghabiskan 30 karung ukuran 40 Kg. setiap panen, lele-lele ini akan dipasarkan di pasar pinang. Kadang juga sudah ada pemesan yang langsung datang ke peternakan lele ini. (M4/daf)
           

SAMPAH HASILKAN OMSET BERLIMPAH (18/04/11)


SAMPAH HASILKAN OMSET BERLIMPAH (18/04/11)




TANJUNGPINANG (KP) : Sampah yang kita kenal sebagai barang buangan dan tidak berharga ternyata menyimpan berbagai asset yang dapat dimanfaatkan serta jadi sumber pendapatan. Seperti yang dilakukan oleh suatu home industri yang bernama Anggrek Kreasi. Angrek Kreasi yang beralamat di jalan anggrek merah Gg Lembayung Km 5 ini, membuat beragam kerajinan tangan seperti tas, payung, kotak pensil dll dengan plastic/ kemasan-kemasan sabun cuci bekas sebagai bahan dasarnya.
Dian (28) selaku pemilik Anggrek Kreasi mengatakan, “ sebelumnyya ia mendapatkan bimbingan dari UMKN Kota Tanjungpinang, yang kemudian ia kembangkan”.  “Cara membuatnya; pertama siapkan bahan-bahan berupa plastic/ kemasan bekas yang kemudian dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu potong plasstik bekas kemasan tadi sesuai dengan bentuk yang kita inginkan, lalu dipanel (dirangkai) dengan proses penjahitan hingga menjadi sebuah bentuk yang diharapkan”, jelas Dian ketika ditanyai KP di tempat.


Untuk harga, hasil kerajinan tangan ini dijual dengan Rp 15.000,00- Rp 65.000,00 per-unitnya. “Apabila pelanggang memesan barang banyak, maka akan mendapatkan potongan harga “, papar Wanita 28 tahun ini. Sedangkan pemasarannya, barang kerajinan ini dipasarkan di lingkungan pemerintah. Pembeli pun dapat langsung mengunjungi ke tempat pembuatannya sendiri.
Dewi mengatakan omset per-bulan yang didapat sekitar Rp 3.000.000,00 juta ke atas. Sedangkan perhari, pendapatan tergantung banyak sedikitnya pemesanan. Untuk bahan, dewi membeli dari tengkulak sampah yang dikumpulkan dari pemulung dengan harga Rp 5.000,00 /kg dalam keadaan bersih, Rp 3.000,00 /kg dalam keadaan kotor”. (M4/daf)



Senin, 11 April 2011

jagung susu dari malaysia


JAGUNG SUSU DARI  MALAYSIA


Suripno (39), pekerja kebun jagung (09/04) sabtu pagi.

TANJUNGPINANG (KP) : Jagung termasuk makanan pokok khas Indonesia. Jagung mengandung nilai karbohidrat yang cukup tinggi. Sedang jagung dapat diolah menjadi beragam makanan, mulai dari tepung dan banyak lagi. Sedangkan untuk untuk kategori jenisnya, jagung terbagi atas dua jenis. Pertama, jagung manis dan kedua, jagung susu.
Jagung manis ialah jagung yang seperti biasanya banyak kita jumpai, sedangkan jagung susu agak terkadang agak sulit untuk ditemui. Masyarakat Tanjungpinang dapat menemui perkebunan jagung susu ini di KM 12 gesek dekat wihara budha. Disana terdapat sekitar 3 hektar tanaman jagung. Seperti yang dikatakan  Suripno (39), pekerja yang sudah 3 tahun bekerja diperkebunan jagung ini.
“jagung susu lebih bagus dari pada jagung manis biasa. Jagung susu mempunyai rasa yang lebih wangi dari serta massa panen yang lebih cepat dari pada jagung manis biasa. Untuk jagung manis biasanya membutuhkan waktu 2 bulan setengah untuk sekali panen, sedangkan jagung susu hanya 2 bulan saja” jelas Suripno ketika ditanyai KP (09/04) sabtu pagi.
Tanaman jagung susu (099/04) sabtu pagi.
Pekerja kebun ini mengatakan bibit jagung susu ini dipesan dari Malaysia dengan harga Rp 2.500,00 per-KGnya. Sedangkan pupuk yang dipakai untuk perawatan tanaman jagung ini, pupuk super grand dan urea, dengan penyiraman 2 kali sehari menggunakan kincir air yang disambungkan dengan selang permanent. (M4/Daf)

Minggu, 10 April 2011

KHAS KUSEN BANDUNG


KHAS KUSEN BANDUNG

Tanjungpinang (KP): Kusen bandung merupakan jenis kusen yang berasal dari bandung yang memiliki suatu cirri khas, sehingga berbeda dari kusen-kusen lain atau yang biasanya. “sebenarnya Kusen bandung ini sama saja dengan kusen yang lain, namun ada cirri khas tersendiri, dari kusen yang lainnya. Pertama,untuk pembuatan kusen bandung ini digunakan alat manual. Maksudnya disesuaikan dengan kemampuan industri seperti geraji manual, ketam manual, dll. Kedua, pembuatan kusen daun pintu dan jendela diprostek , yakni ketemu sudutnya”, jelas Wowon selaku pemilik kusen bandung ini.
Wowon selaku pemilik kusen bandung(09/04/2011) sabtu pagi

Sedangkan untuk motif, kusen bandung ini menawarkan beberapa jenis motif antara lain minimalis, katerina, opa. Maun Motif minimalis yang paling banyak dipesan oleh pelanggan mas”, tutur pria yang berasal dari Sumedang Bandung ini.  Bahan kayu yang digunakan untuk pembuatan kusen bandung ini, kayu meranti, kapur, dan balow. Bahan yang paling bagus, kapur dan balow.

Logo kusen bandung (09/04/2011) sabtu pagi.

Harga yang ditawarkan kusen bandung ini Rp 150.000,00 per-lubang. Wowon mengaku usaha kusen bandung ini sudah berjalan 1 tahun. Sedangakn para pelanggan dapat langsung memesan dan menentukan motif juka ingin membeli. Kusen bandung ini dapat dijumpai di jalan Adi sucipto KM 12 sebelum bandara tanjungpinang. (M4/daf)

Jumat, 08 April 2011

padi hidup di Bintan, tanjungpinang


PADI HIDUP DI BINTAN

Muji pemilik tanaman padi (8/04/2011) jumat pagi.


TANJUNGPINANG (KP), Mungkin aneh jika mendengar tanaman padi bisa hidup di Bintan. Tapi memang itu kenyataannya, Tanaman yang KP temui di jalan Senggarang ini adalah Padi. “Ini memang tanaman padi mas”, jelas Muji (55) pemilik tanaman padi ini. Muji sendiri berasal dari Belitar, Jawa timur. Ia mengaku mulanya gagal menanam padi ini, dan tak jarang ia sering dicemooh orang, bahwa ia tidak akan berhasil. Namun Muji tidak putus asa dan membuktikannya.
Dengan akalnya ia mencoba menghilangkan zaat asam tanah dengan beberapa macam pupuk seperti ; Dolomit, Kcl dan Tsp alhasil tanah dapat ditanami padi. “Dan dengan ketiga pupuk tersebut tanah juga dapat menjadi gembur”, Ujar lelaki 55 tahun ini. Selain itu ia juga menggunakan pupuk MPK agar isi buahnya padat sertta urea agar tanaman padi ini subur.
Muji mengatakan bibit padi yang  ia gunakan adalah bibit padi 64, bibit ini dipesan dari jawa tengah dengan harga 10 perKg melaluai temannya. “Cara pertama bibit padi ini direndam selama 1 hari satu malam, dengan direndam dapat memisahkan bibit padi yang tidak bagus, jika bibit padi tidak bagus maka akan terapung. Setelah di rendam, bibit tadi ditiriskan dan di tutup dengan daun selama 1 hari satu malam juga. Setelah itu dilakukan pproses penyemaian padi selama 1 bulan sampai bibit padi tadi bertunas. Setelah itu baru dilakukan proses penanaman”, jelas Muji dengan antusias.
Padi yang ditanam Muji (8/04/2011) jumat pagi.

Ia mengaku dinaas pertanian dan wartawan dari singapura pernah mengunjunginya, untuk wawancara dan mengambil foto. Sedangkan luas tanah yang sekarang ia tanami 20 x 40 meter, yang terdiri atas 53 bedeng (gundukan tanah). Ia mengharapkan, apabila pemerintah memberikan bantuan, maka ia akan memperluas tanaman padinya itu. Sepertinya yang diketahui tanaman padi pasti mempunya musuh hama seperti tikus dan burung prit. Untuk mengatasi hal ini, muji membuat kain/plastic yang diikatkan pada beberapa tali sehingga dapat dikontrol dan digerakkan untuk mengusir tikus dan burung.  Sedangkan perawatannya, muji melakukan kurang lebih 5 kali penyemprotan dengan ukacron, pregen dan gandasil untuk mengatasi hawa walang sangit. “insyallah semua padi ini akan panen sebanyak 8 kuintal bahkan bisa lebih”, jelas pemilik padi itu. (M4/daf)
           


Kamis, 07 April 2011

siap antar pemancing


SIAP ANTAR PEMANCING

Tampak pompong, yang digunakan untuk memancing dan menjaring(07/04/2011) kamis siang.


Tanjungpinang merupakan kota yang kehidupan masyarakatnya berbasis kelautan sehingga mata pencarian sehari-hari masyarakat sedikit banyak menjadi nelayan. Pekerjaan memancing dan menjaring pasti sudah tidak asing bagi para nelayan Tanjungpinang, khususnya para nelayan di KM 4 jalan Lembah purnama Tanjungpinang ini. Sebut saja Suroso, selaku ketua nelayan di kelurahan Tanjung ayun sakti ini.
“Pekerjaan nelayan bukan pekerjaan yang mudah, tentu butuh perhitungan. Kapan waktu yang baik tau tidak untuk pergi ke laut”, ungkap Ketua nelayan ini. Kebayakan nelayan di Lembah purnama ini, menangkap udang dan menjaring ikan. Kadang juga memancing, apabila udang sedang tidak ada”, jelas Sri sunaryono salah satu anggota organisasi nelayan ini.
Suroso selaku ketua nelayan ini, sekarang hanya bekerja mengantarkan para pemancing. Biasanya para pemancing dikenai biaya Rp 300.000,00 dengan ukuran 4-5 orang sekali jalan. Dengan uang Rp 300.000,00 ini, Rp 150.000,00-nya dibelikan solar sebanyak 25-35 liter biasanya dengan ukuran 1 jerigen. Belum lagi biaya umpan, rokok, dan bekal. Tentu saja uang sebanyak Rp 300.000,00 itu tidak mencukupi. “yam au bagaimana lagi, kalau harga dinaikkan sedikit,pemancing tidak mau menyewa”, papar Suroso. Daerah yang sering dikunjungi pemancing antara lain; Telang, Mantang, mapur dan Numbing. Sedangkan ikan yang biasa didapat, ikan kaci,pari, merah, kerapu dsb.

Suroso, ketua nelayan Tanjung ayun sakti lembah purnama(07/04/2011) kamis siang.

“Pera nelayan Tanjung ayun sakti ini, mengeluhkan soal Miyak tanah yang susah didapat serta harga  solar yang tinggi. Sedangkan kedua hal itu yang paling diperlukan untuk menjalankan mesin. Semoga pemerintah dapat mendengar suara kami, ya mohon bantuannya untuk para nalayan”, ungkap suroso.
“Para nelayan tanjung ayun sakti ini, mengharapkan adanya bantuan berupa modal dari pemerintah, yang rencananya akan digunakan untuk membuat jarring pari, dan kalau bisa pemerintah dapat membebaskan biaya pendidikan anak-anak nelayan”, harap Suroso saat ditanyai KP di tempat. (M2/daf)

Rabu, 06 April 2011

proses pembuatan tahu


TAHU MAKAN, TAHU JUGA CARA BIKINNYA

Proses pengeringan tahu(kiri), tempe gembus (kanan)06/04/2011) rabu siang.
Siapa sih yang tidak kenal dengan tahu? Tahu merupakan makanan pokok yang terbuat dari bahan dasar kedelai serta mengandung kadar protein yang tinggi. Tahu juga termasuk makanan khas Indonesia. Tapi bagaimana cara pembuatan tahu itu? Pastinya tidak semua orang tau.
Salah satu proses pemasakan tahu(6/04/2011) rabu siang.

Cara pembuatan tahu, pertama kacang kedelai direndam selama 3-4 jam, setelah itu ditiriskan kemudian digiling. Hasil gilingan kedelai tahu tersebut direbus/ dimasak sampai mendidih. Selanjutnya disaring untuk memisahkan ampas tahu dan sarinya. Sari tahunya dicampur dengan air asam sampai mengendap, setelah itu air endapan tahu dibuang dan endapan tahu dicetak selanjutnya dipres sekitar 10-15 menit. Setelah itu cetakan tahu tadi diangkat dan dipindahkan ke papan utntuk didinginkan sampai pagi.  Dan pada pagi hari baru dilakukan proses pemotongan”, jelas Anwar selaku pemilik dan pekerja pabrik tahu di jalan Abadi KM 8 atas saat ditanyai KP.
Tampak Anwar melakukan proses pengepressan tahu(6/04/2011) rabu siang.

Namu tidak hanya tahu saja yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu ini, melainkan ampas tahu tersebut dapat dijadikan tempe gembus. Dengan cara, ampas tahu tersebut dipres terlebih dahulu sampai kandungan airnya hilang, kemudian diayak agar terurai sampai halus. Setelah proses pengayakan itu, ampas tahu tadi dikukus selama 1  ½ jam dan diangkat untuk didinginkan. Setelah kukusan ampas tahu tadi dingin maka selanjutnya dicampur ragi. Setelah itu dibungkus dengan plastic yang telas dilubangi. kemudian disusun dalam rak dan diselimuti dengan kain untuk disimpan selama 2 hari, hal ini dilakukan agar menjaga suhu dalam pembuatan tempe gembus tersebut.
Mesin penggiling kedelai(06/04/2011) rabu siang.
Anwar mengatakan modal perhari yang dikeluarkan untuk proses pembuatan tahu ini untuk kacang kedelai sebanyak 1 kampet sebesar Rp 260.000,00. Sedangkan hasil perhari ditentukan oleh banyak pelanggan, aliass tergantung musiman.